ladies, beware!
Do you know about ’satyriasis‘?
1. (Psychiatry) a neurotic condition in men in which the symptoms are a compulsion to have sexual intercourse with as many women as possible and an inability to have lasting relationships.
2. Abnormally intense sexual desire in men
taken from http://www.thefreedictionary.com/satyriasis
For women, its called as nymphomania.
I’m not gonna talk about nymphomania here, saya mau membicarakan tentang satyriasis yang mana harus diwaspadai oleh kaum saya, yaitu para wanita. Saya ingin para wanita bisa mewaspadai hal ini, karena banyak sekali kasus-kasus dimana para wanita menjadi korban dari kelainan ini, dan malah wanita-wanita itu tidak sadar bahwa mereka hanya dimanfaatkan sebagai object pelengkap kelainan tersebut.
Pertama kenali dulu, mana pria-pria yang mempunyai kelainan satyriasis. Paling gampang mungkin lihat latar belakangnya dulu, apakah dia sudah punya pacar, kalau sudah cari tahu berapa pacarnya, .. eh susah ya karena biasanya pria pandai menyembunyikan dan bohong. Just be a smart woman, don’t let a jerk fool you.
This is also important, please to know that satyriasis juga bisa terjadi pada pria beristri. Yang saya heran adalah, kenapa masih juga banyak wanita-wanita yang tertipu, berhubungan dengan pria beristri dan mengharap bahwa pria itu akan meninggalkan istrinya lalu menikahinya. It will never happen!
Secara pribadi, menurut saya pria-pria single yang mempunyai kelainan tersebut terjadi karena basically its a man ego. Jadi sudah bawaan orok, mungkin nunggu aja sampai dia jatuh cinta beneran. Tapi walaupun sudah jatuh cinta beneran, belum tentu si lelaki itu bisa berhenti, namanya aja penyakit. So don’t ever fall in love with this kind of man!
Kalau pria-pria beristri yang mempunyai kelainan ini, menurut saya karena rasa tidak percaya diri atau mungkin rasa minder yang timbul dari perilaku istri terhadapnya. Mungkin si istri tidak semesra dulu, atau si si istri selalu menyepelekannya, si istri berkuasa di rumah, atau istri terlalu cantik dan banyak pria-pria yang memujanya namun si istri tidak pernah memberi jatah di rumah. Jadi membuat si pria mencari pembuktian di luar dengan cara seperti itu, menunjukkan pada diri sendiri bahwa dia masih mampu, bahwa dia tidak serendah itu, bahwa istrinya salah. Menyedihkan sekali….
Dari apa yang saya omongkan di atas, saya ingin para wanita bisa memposisikan dirinya ketika mendapati/ bertemu dengan pria-pria yang punya kelainan satyriasis. Saya tidak melarang untuk berhubungan dengan pria-pria ini, namun saya menyarankan untuk tidak menjadi korban atau tidak dimanfaatkan oleh kelainan mereka. Malah menurut saya, jika ketemu pria-pria macam ini, manfaatkan saja.
Instead of being the victim or object of their satisfaction, take advantage of their abnormality.
Posted in nggambus, words on June 16th, 2010 by niningss | |

on June 16th, 2010 at 11:45 am
ah ini toh tulisan di ngerumpi itu

salam kenal !