dealing with life

Saya percaya bahwa hal yang paling menakutkan dalan kehidupan adalah kehidupan itu sendiri.

Banyak orang mengatakan bahwa kita tidak dapat melihat apa yang akan terjadi pada kehidupan yang akan datang, saya tidak bisa mengatakan itu salah atau benar. Memang kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang, atau bahkan lima menit setelah saat ini. Namun kita bisa memprediksi hal buruk apa saja yang mungkin bisa terjadi di masa datang, bekaitan dengan pola hidup kita, perilaku kita, dan pola pikir kita saat ini.

Untuk pola hidup, saya ambil contoh mudah, ketika kita memutuskan untuk makan, maka kita seharusnya memilih makanan yang sehat ketimbang memilih makanan yang membahayakan kesehatan kita. Atau untuk contoh lain yang tidak terlalu muluk-muluk, saya mau makan ikan, saya pilih ikan yang durinya tidak lembut dan memakan nya dengan hati- hati, untuk mencegah duri itu tertancap di tenggorokan saya.

Untuk perilaku, try to be more concern about everything. Mematikan alat-alat electronic sebelum tidur, berusaha ramah terhadap semua orang, yang mana pasti akan berimpact positif di masa depan. Try to concern about health, about Global Warming, about Safety, etc. Ketika anda perduli, maka perilaku anda akan menyesuaikan.

Pola pikir, terkadang saya tidak sependapat dengan pola pikir suami saya. Ketika dia selalu mangatakan bahwa saya suka berfikir secara negatif, sedangkan dia lebih berfikir positif ketimbang saya. Saya akui itu betul, but only for some cases. Menurut pendapat saya, apa yang saya lakukan adalah mencegah hal buruk terjadi terhadap saya, hal buruk yang tidak hanya mungkin akan terjadi pada puluhan tahun mendatang, tetapi yang paling terpenting adalah hal buruk yang mungkin terjadi pada masa-masa dekat.

Dengan kata lain, saya lebih memilih untuk membicarakan tentang nanti malam atau hari esok daripada 10 tahun nanti, karena yang akan saya hadapi terlebih dahulu adalah nanti malam dan hari esok. Bagaimana saya bisa berada di 10 tahun nanti ketika saya tidak bisa melalui nanti malam/ esok hari.

Saya beri contoh agar lebih mudah di mengerti, saya membuat suatu rencana untuk berbisnis pakaian. Hal yang saya pikirkan dan harus saya lakukan sekarang adalah, bagaimana cara untuk mendapat barang dengan harga murah dengan kualitas yang bagus dan menjualnya ke pelanggan, bagaimana mencari pelanggan, dan bagaimana agar modal awal bisa aman, bukan memikirkan bagaimana nanti mengadakan peragaan busana di Paris ketik usaha tersebut sudah sukses.

For me, dealing with life is to enjoy single thing u had achieved and to prevent the bad things which possible to happen. Karena dengan mencegah hal buruk yang mungkin terjadi, kita dapat meraih apa yang kita rencanakan dan inginkan.

Posted in Uncategorized, life, words on June 13th, 2010 by niningss | |

7 Responses to ' dealing with life '

Subscribe to comments with RSS or TrackBack to ' dealing with life '.

  1. nonadita said,

    on June 13th, 2010 at 4:44 am

    Semoga sukses bisnis pakaiannya, nyonyah! :D

  2. niningss said,

    on June 13th, 2010 at 4:49 am

    halah.. itu kan cuman contoh.. saya ndak lagi bisnis pakaiannnn… hehe…

  3. lowo said,

    on June 13th, 2010 at 5:33 am

    turut mendoakan…
    semoga lekas menjadi model peragaan busana di paris :D

  4. bangSAT said,

    on June 13th, 2010 at 12:42 pm

    jadi kapan punya mo2ngan mba ning? eh itu pembicaraan 10 taun lagi ya? *berlalu*

  5. el afiq said,

    on June 13th, 2010 at 5:24 pm

    Jadi memikirkan nanti mandi pake’ sabun apa daripada nanti saya ganti baju apa, gitu ya mbak? eh..

  6. Yessi said,

    on June 15th, 2010 at 4:45 am

    ayo bikin butik, tapi goleki supplier seng barang e bagus tapi gak mahal sik…
    kuwi seng angel…kudune bajune gawe dewe, Ning..biar bisa menekan harga ;)

    hal besar dimulai dari hal kecil yo, Ning? :)

  7. niningss said,

    on June 15th, 2010 at 4:47 am

    @yessi: iyo yess.. mangsudku persisss ngunu kuwi hahaha.. bojoku kie to senengane muluk2… padahal tak kon menyat ndaftar perusahaan sik wae angile ora karuwan…

Leave a reply