Why It’s So Hard to Fall in Love
The reason why I post about this is because of bangSAT’s new post, meskipun kita membahasnya dari segi yang berbeda.
Pernah nggak bertanya dalam hati “kenapa ya saya kok susah jatuh cinta??!!??” well you are not alone, karena menurut saya buanyak sekali orang yang merasa seperti itu, susah untuk jatuh cinta.
Tidak menyalahkan, karena to make your self in love itu susah, kecuali pada saat itu ada cupid turun dari surga memanahkan panah cintanya kepadamu dan itu hanya terjadi dalam film.
Ada beberapa teman saya yang masih single, dan being single itu sebenernya bukan yang mereka inginkan. mereka sudah berusaha untuk tidak single, mungkin salah satunya dengan cara minta dikenalkan seseorang atau mau diajak kencan seseorang yang belum begitu mereka kenal.

Mari kita menganalisa beberapa kasus yang pernah saya temui,
Kasus pertama: Salah satu teman saya, perempuan berumur 28 th dia dikenalkan temannya yang mana teman saya juga seorang pria dan mereka pun berkenalan lewat telephone dan sms. Teman saya itu cantik, pandai dan lucu dan katanya pria yang dikenalkan itu juga tampan, mapan dan tidak tergolong lelaki aneh*. menurut teman saya yang mengenalkan, it might works. Lalu setelah seminggu, si pria mengajak untuk bertemu, teman saya pun ok ok aja. lalu setelah bertemu, keduanya mengaku tidak interested untuk melanjutkan hubungan. Lalu salahnya dimana????..
Kasus kedua: Teman perempuan saya yang lain, usianya sekitar 29 saya kenalkan dengan seorang pria yang menurut saya menyenangkan, tidak aneh, dan tidak terlalu banyak menuntut. Setelah mereka berkenalan lewat chatting dan sms, merekapun ketemuan. Kencan pertama menurut saya berjalan dengan lancar, karena setelah kencan pertamapun mereka tetap saling mengontak, namun setelah selang berapa lama si pria mengatakan sesuatu yang tidak sesuai harapan teman saya. Maka akhirnya hubunganpun tidak berlanjut.
Kasus ketiga: Saya mengenalkan teman perempuan saya ke teman pria saya. Lalu merekapun sudah berhubungan lewat facebook, yang mana terattach photo2 mereka dan profile mereka. Saya rasa apa yang disediakan facebook itu cukup komplit untuk mengetahui tentang seseorang. Lalu merekapun kopi darat, dan pada kencan pertama mereka, saya berada di situ. Tapi, teman pria saya menunjukan itikat tidak tertarik. Lalu masalahnya apa coba??! ketika fisik sudah dilihat di photo2 yang bertebaran di Facebook.
Dari kasus-kasus di atas, agar kencan pertama bisa sukses dan berlanjut ke tahap berikutnya, mungkin teman-teman single bisa melakukan hal hal berikut ini:
1. Tampilah dan jadilah yang terbaik dari dirimu sendiri (merujuk dari kasus pertama). Walaupun kamu berdalih kalau kamu tidak tertarik, tapi buatlah teman kencan kamu tertarik. Urusan nanti akhirnya kamu tolak itu belakangan. Daripada, kamu sudah tertarik tapi dianya nggak tertarik karena kamu tidak memberikan the best of you pada pertemuan pertama itu.
2. Jangan berharap teman kencanmu itu adalah seseorang yang sempurna dan jangan memikirkan hal yang terlalu jauh kedepan dulu seperti pernikahan pada kencan pertama (merujuk pada kasus kedua). Bersenang-senanglah dulu, make sure you have great times with your date. jangan berfikir “wah sifat nya kok kayak gitu sih, nanti kalau sudah jadi suami bla bla bla…”
3. Jadilah diri sendiri (merujuk pada kasus ketiga). Jangan menciptakan karakter-karakter yang bukan dirimu sebenernya. Karena pada saat kencan pertama, seseorang ingin mengetahui bagaimana kamu sebenernya, apakah kalau diajak ngobrol nyambung, pola pikir kamu tetang sesuatu hal masuk akal atau tidak. Dan ketika kamu tidak menjadi dirimu sendiri, otomatis orang yang berbicara denganmu akan merasa asing. Sudah memang asing tambah asing, kan jadi nggak ngaruh ketemu atau tidak ketemu.
4. Jangan menutup hati (merujuk kasus diri sendiri :D). Buka hati lebar-lebar untuk siapa saja, berbunga-bungalah ketika ada yang merayu, dan berbahagialah ketika ada yang memberi hadiah atau bunga. Setelah mengumpulkan banyak panah di hatimu, pilih salah satu panah yang paling banyak makan tempat dihatimu.
5. Jangan pernah takut untuk jatuh cinta. Memang ketika kita memutuskan untuk jatuh cinta, kita harus bersiap untuk meneteskan air mata. Tapi selain yang sedih-sedih dari jatuh cinta, yang indah indah dari jatuh cinta itu lebih banyak. bangun tidur senyum-senyum sendiri, muka merah terus, deg-degan. Kalau komposisi nangisnya lebih banyak daripada senengnya, baru itu kasus lain.
Menurut saya, cinta tidak datang dalam sekejap,
kadang kita juga harus berusaha untuk menciptakan cinta itu datang.
pic taken from here
*pria aneh: pria yang kalau diajak omong nggak nyambung, punya pola pikir aneh, pake baju yang tidak meching seperti rompi dan topi.
Posted in love, nggambus, words on July 29th, 2010 by niningss | | 10 Comments
where are you now?!
Do you know where you are now? I mean I’m not talking about the place, but in which level are you now, in which line, and do you know where you are going?
Menurut saya sangat penting untuk mengetahui dimana kamu sekarang, dan tidak kalah penting juga untuk mengetahui kemana tujuan kamu. Saya pernah bertanya pada seorang teman, “apakah kamu punya rencana dalam hidup?,” dia bilang tidak, dia hanya menjalani apa yang ada sekarang dan mencoba menikmatinya. Andai saja saya bisa seperti itu, karena saya selalu merencanakan hidup saya, dilengkapi dengan rencana-rencana cadangan.
Ketika saya berencana, dan menjalaninya saya tahu dimana posisi saya sekarang. Apakah saya perfectionist? Tidak, saya tidak perfectionist, hanya saja saya tidak mau gagal dalam hidup, dan menyesali sesuatu yang pernah saya lakukan dalam hidup. Bagi saya, menyesali adalah suatu bentuk kekalahan yang paling rendah.
Another friend of mine said, kalau saya tidak bisa spontan mengikuti kata hati. I cannot say that she is right or she is wrong, karena kata hati saya adalah tujuan saya, rencana hidup saya. Ketika saya tergoda melakukan sesuatu, saya bertanya pada diri saya sendiri apa konsekwensi dari ini, apakah ini keharusan, apakah layak untuk dilakukan? Maka saya pun dapat memutuskan apa yang saya mau, dan tidak akan menyesalinya sekarang atau di kemudian hari.
Orang terdekat saya, dulu adalah orang yang tidak mempunyai rencana, tidak mempunyai tujuan, hanya menjalani apa yang ada, dan tidak tahu apa yang diinginkannya. Maka hal yang paling dibencinya adalah ketika dia terbangun dari tidurnya, dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan di hari itu, dan hal itu berulang ulang seterusnya sampai dia bertemu dengan saya. Sekarang dia tahu apa yang dia inginkan, dia tahu apa yang dia lakukan, dan dia tahu bagaimana mendapatkan apa yang diinginkannya itu. Therefore he wakes up happy every morning, and always hoping for the next morning to come.
Apakah saya pernah merasa jenuh menjalani rencana saya? Tentu saja. Saya tahu apa yang saya inginkan, kemana tujuan saya, dan langkah-langkah yang harus saya jalani, tapi hanya Allah SWT yang tahu berapa lama prosesnya, dan kendala-kendala apa saja yang harus saya hadapi. Maka dari itu, saya selalu memohon restu dan ridho-Nya. Ada kalanya saya jenuh dan putus asa, bahkan saya pernah dalam satu tahun tidak merencanakan apapun. Hanya bersenang-senang tanpa tujuan, alhasil saya jadi setres sendiri. Karena ada kalanya ketika hati tidak senang/situasi membuat hati tidak nyaman, the insecure feeling will come, and the feeling of being lost also will come.
Therefore I’m happy, because I know where I am now, I know where I’m going, I’m not lost, and I’m not alone.
Posted in life, love, words on May 15th, 2010 by niningss | | 8 Comments
Tompi Tak Pernah Setengah Hati Lyrics
Tak pernah setengah hati
Never half-hearted
Ku mencintaimu ku memiliki dirimu
For me to love you, for me to have you
Setulus-tulusnya jiwa
Sincerely my soul
Ku serahkan semua hanya untukmu
I gave it all to you only…
Tak pernah aku niati untuk melukaimu
I never meant to hurt you
Atau meninggalkan dirimu
Or to leave you
Sesal ku selalu bila tak sengaja
I always regret if accidentally
Aku buat kau menangis
I made you cry
Reff
Memiliki mencintai dirimu kasihku
Having you loving you my sweetheart
Tak akan pernah membuat diriku menyesal
Will never make me regret
Sungguh matiku
Really really I promise you
Hidupku ‘kan selalu membutuhkan kamu
My life will always need you
Posted in love, words on May 10th, 2010 by niningss | | 0 Comments
Movie Review: 500 Days of Summer

Its a deep movie about a man who is falling in love blindly to a woman who he thinks that she is the one, until he cannot see the flaws of the relationship.
Di film ini, penonton diajak melihat dari posisi si lelaki sehingga pada awal penonton tidak mengerti apa yang ada dalam pikiran si wanita. Jika penonton tidak bisa meresapi cerita dari awal sampai akhir, penonton akan kecewa dengan perilaku, pikiran, keputusan si wanita.
“Look, I know you think she was the one, but I don’t. Now, I think you’re just remembering the good stuff. Next time you look back, I, uh, I really think you should look again.”
Tom (the man) is deeply in love to Summer (the woman), so that selfishly he couldn’t see that there were times when Summer wasn’t enjoy his companion, even though mostly she did enjoy spending times with Tom. She couldn’t feel that he is the one.
picture taken from here
Posted in life, love, movie review on May 7th, 2010 by niningss | | 3 Comments
Damir and I (honeymoon)
Postingan ini akan menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada malam pertama kami, namun saya ngapusi. Jadi tidak jadi saya jelaskan secara detail, melainkan akan saya ambil garis besarnya saja. Malam pertama saya datang bulan, maka dari itu malam pertama kami undur, dan merujuk pada prosesnya yang tidak mudah maka durasinya kami perpanjang.
March 11th - 13th, 2010 (Kamis - Jumat- Sabtu)
Setelah seminggu perkawinan kami, saya ambil cuti kantor dua hari untuk jalan jalan ke Jogja. Honeymoon kami ke Jogja sangat melelahkan, khususnya untuk saya. tapi karena melancongnya sama suami, jadi ya seneng aja, kemana mana gandengan, dan suami saya itu ndeso, lihat apa-apa gumun dan gampang digathak’i penjual.
Kami berangkat ke Jogja hari kamis siang setelah saya selesai ngurus passport di kantor immigrasi, naik Bus Joglosemar. Dalam perjalanan saja suami saya sudah sangat menikmati, setiap ada sawah diphoto. Trus kita berangan-angan, besok kalau kaya dan uangnya banyak mau bikin rumah di Salatiga, soalnya Salatiga tempatnya masih asri, sejuk dan nggak berising,.. bla blla bla… dan sesampai di Jogja langsung ke hotel, dekat Malioboro.
Sesampainya di hotel, suamiku mengeluh kalau perut nya sakit, nek tak pikir-pikir menurutku suamiku masuk angin. tapi suamiku ngeyel dan panik sendiri, katanya perutnya mual mau muntah, trus dia ndak mau makan. Sedih rasanya.
But we did had lotsa fun, in the ext morning we went to Sultan Palace (Keraton). Di Keraton, suamiku diwawancarai anak anak SD yang lagi belajar bahasa Inggris, dan saya pun suga kena wawancara pake bahasa enggres. Sudah dua kali ini jalan sama damir dikira aku bukan orang Indonesia. Mungkin orang orang itu mengira aku dari Rusia…
Sore nya setelah mampir ke Mirota Mall dan mborong pernak pernik khas Jogja, kami langsung pulang ke Semarang. Eh lha kok sampek rumah, malah rumah terkunci dan kunci dibawa Mamah ku ke Ungaran. ALhasil malam2 jam 10.00 ke Ungaran naik motor tetangga ngambil kunci, padahal suamiku kondisi lagi sakit pengen muntah.
Capek banget, dan pikiran gesuh karena suami sakit. Sampai waktu kami kembali ke Jepara hari minggu nya aku nangis. Perutku juga kembung, suami yang waktu itu mengeluh sakit langsung jadi perhatian dan ngelus-elus. Herannya setelah aku nangis, kok suami jadi sehat malam itu juga dan dia akhirnya ngomong lapar dan minta makan.
Tenyata penyesuaian dalam suatu hubungan tidak berhenti begitu saja setelah menikah,.. dan saya sangat ikhlas melakukan penyesuaian itu, sampai kapanpun karena saya sangat mencintainya.

Posted in life, love on March 30th, 2010 by niningss | | 9 Comments
Damir and I (The Wedding)

Pernikahan kami, berlangsung dengan sangat indah,.. walah.. sederhana, hikmah, lancar dan there were many good signs…
Awalnya, saya dan damir berencana untuk tidak mengadakan pesta apapun. Hanya ijab kobul, sah secara agama dan hukum Indonesia. Tapi ketika saya bilang ke keluarga, mamah saya ngendiko kalau dia pengen ada pesta, walaupun cuman sederhana. Karena, dulu kakak2 saya dipestakan dengan meriah, dan mamah saya tidak mau ketika Bapak saya sudah meninggal, ragilnya nikah tidak dipestakan. Mamah saya pengen ada kenang-kenangan, apalagi rencana setelah menikah saya akan ikut suami.
Alhasil kami merencanakan pernikahan kecil2an, saya dengan dibantu kakak2 saya.
Banyak orang yang bertanya kenapa mendadak, sebenernya tidak mendadak. Rencana dan proses sudah dilakukan sejak 3 bulan sebelumnya, hanya saja saya tidak mau pengumuman sebelum calon suami sampai di Indonesia, dan resmi menjadi mualaf. Maka dari itu, undangan pun disebar 4 hari sebelum pernikahan berlangsung.
Pernikahan kami hanya ijab kobul dan syukuran biasa, tanpa ada upacara jawa yang njlimet. Ijab kobul dilaksanakan di depan rumah, banyak sahabat2 dekat dan saudara2 yang datang untuk menyaksikan.
Ketika damir mengucapkan ijab kobul tersebut, saya rasa banyak yang deg2an, karena ijab kobul diucapkan dengan bahasa Indonesia. Tapi saya tidak deg2an, karena entah mengapa pada saat itu saya percaya semua akan lancar. Dan alhamdulillah, damir suami saya mengucapkannya dengan sangat lancar dan jelas, hingga tidak perlu diulang. Yang paling membuat saya bahagia adalah, yang menikahkan saya adalah wali saya, yaitu kakak saya sendiri, mas mbarep saya Ibnu Bintoro, yang datang jauh2 dari Palembang dengan istrinya tercinta, Mbak Mega.
Saya sempat khawatir, kalau kakak saya tidak mau menikahkan kami. Dulu waktu saya memberitahu niat saya untuk menikah, kakak saya shock, sampai ambruk sakit. Kakak saya sebenernya sudah tahu, kalau saya berhubungan dengan lelaki dari Bolivia, tapi membayangkan saya akan meninggalkan keluarga di sini dan membayangkan bagaimana nasib saya di sana nanti, ketika kakak saya belum pernah ketemu damir, kakak saya pasti takut. Itu tebakan saya, karena almarhum Bapak saya dulu juga seperti itu, namun setelah ketemu dengan damir, alm Bapak saya jadi sayangggg banget sama damir.
Setelah damir mengucapkan ijab kobul itu, kakak saya pun jadi terharu dan jadi tak kuasa untuk memeluknya. Lega rasanya.
Sesudah itu, kakak saya menginginkan damir untuk membaca sumpah nya setelah menikah. Ini yang membikin saya deg2an, karena damir belum belajar sama sekali, alhasil damir membaca dengan grogi, shakking, tapi alhamdulillah selesai dengan lancar, walau ada pronunciation yang sedikit aneh… hehe…
Setelah ijab, kami ganti baju untuk acara selanjutnya,.. syukuran berjalan dengan lancar. Herannya, tamu yang datang tidak dalam waktu yang bersamaan, jadi tidak grudukan, tertib, seperti lima orang… lalu lima orang lagi… non stop sampai acara selesai. Sehingga kami tidak kemrungsung.
Setelah acara shukuran selesai, penganting berdua ganti baju santai dan dikerjain yang rewang, katanya pengantin laki dan perempuan harus nyapu latar. Maka kami pun nyapu latar depan rumah, karena tratag nya itu empat rumah, maka kami pun nyapu latar empat rumah. Damir suamiku kie ya sregep e minta ampun, dikongkon nyapu kok ya nyapu, sampek resik. Katanya, itu ibarat mencari rejeki berdua.
Setelah selesai nyapu, bressss hujan datang. Lumayan deras, tapi cuman 30 menit an, katanya itu juga pertanda bagus, karena hujan pertanda rejeki. Amiiinnn…
Pakde saya dari jogja, juga datang walaupun sudah sepuh. Dan pakde saya senang sekali dengan suami saya, setelah saya kenalkan ke suami saya, selang satu jam kemudian pakde saya ngendikan ke saya, “Nining, aku ayem.. aku seneng… bojomu wonge apik… mbek jeneng mu tak gathuk’ke karo jenenge bojomu kie tibone sugeh… aku wis ayem ning..”.. Mendengar itu saya juga ikut ayem, mungkin kalau almarhum Bapak saya masih ada, Bapak saya juga jadi ikut seneng, ora ketang rejeki itu yang ngasih sing Kuoso. Tapi saya anggap itu doa baik… and again.. Ammiieen…..
Begitulah cerita pernikahan kami, semoga sakinah, mawadah dan rakmah…
Trimakasih untuk teman2 yang sudah menyempatkan untuk datang, dan yang sudah mendoakan…
Posted in life, love on March 20th, 2010 by niningss | | 10 Comments
Damir and I (the meeting after the waiting)
Hari Sabtu tgl 20 February 2010,
Saya menjemput Damir ke bandara Soekarno-Hatta, yang jika sesuai jadwal harusnya sampai jam 18.25.
Sebenernya sesuai jadwal, namun karena itu adalah penerbangan international, maka pasti para penumpang harus ngantri dulu di immigrasi nya, untuk di cek ini dan itu.
saya udah sampe di bandara jam 3.00 sore, jalan2 dulu di bandara kayak orang hilang, shallat, beli jajan ini itu, lalu mendekati jam nya saya ke toilet untuk pupuran, maksudnya dandan, biar damir cintaku yang waktu itu masih calon suami nggak begitu kecewa kecewa amat melihat calon istrinya yang masih pesek juga tapi kelihatan mukanya bersih, cerah dan imut memakai blush on andalan.
Sudah berada di depan pintu kedatangan, saya deg deg an. Saya paling benci deg deg an, tapi perasaan deg deg an nggak bisa ditahan, deg deg an itu juga dibarengi dengan rasa cemas, dll dsb. Karena damir sering banget dapat masalah di penerbangan, nggak itu ttg passport nya, ttg bagage nya, bahkan ttg muka nya yang terlalu kurus seperti pengedar narkoba.
Karena nggak kunjung datang2, alhasil deg deg an hilang, yang ada cuman cemas dan jengkel. Sampai saya harus masuk ke pintu kedatangan, dan Alhamdulillah, damirku tercinta datang pas saya cemas di muara pintu kedatangan itu. Damir waktu itu pake blazer, wis jan persis pengusaha yang lagi business trip. Adegan nya waktu itu dia lagi nyang2 an sama kuli koper. trus kuli koper nya aku kasih 25ribu, and I couldnt stand to hug him that time. We hugged and kissed, then we took a taxi to the hotel near Sea World.
Lega rasanya sudah ketemu, jerawat yang aku panen selama tiga bulan berturut2 tanpa henti, karing malam itu juga. Muka ku jadi bersih, walau masih ada sedikit noda2 jerawat.
Keesokan hari nya, kami ke Sea World, karena damir pengen banget lihat ikan ikan dasar laut di perairan Indonesia. We had sooo much fun there, taking pics and damir was explaining to me about those fishes like he knows everything. Well he knows everything, :D.. more than anyone I know.
Setelah seharian di Sea World, we went home to Semarang by night flight. Sesampainya di rumah Semarang, I made him Indomie. Waktu saya mau kasih indomie ke damir, saya bisa melihat dia menangis. Pertama ketemu dulu, memang damir menangis, tapi ketemu kemarin, tidak ada yang menangis, waktu itu kita cuman happy banget. Tapi kenapa sampai di Semarang, dia baru menangis??.. It made me worried, dan saya pun memeluk nya, saya tanya apa dia takut? apa dia belum siap menikah? apa dia ingin membatalkan? saya bilang ke dia, jika ingin dibatalkan tidak apa apa, tidak ada yang terlambat.
Kami pun berpelukan menangis, tapi tidak terisak-isak, iya dong!!.. kan damir laki2, dan aku udah besar. tapi air matanya keluar, dan bibirnya shaking. After a while, dia bilang kalau dia tidak ingin meninggalkan saya lagi, jika saya tidak mau pindah ke Bolivia, dia yang akan pindah ke Indonesia. Dan definitely dia tidak mau membatalkan pernikahan ini, karena itu yang dia inginkan. Dia mencintai saya.
Ada beberapa orang berpendapat, jangan terlalu banyak mengatakan “I love you” karena akan mengurangi makna nya. Untuk kami, mengucapkan “I love you” bisa 57 kali dalam sehari, dan makna nya tidak akan berubah bagi kami. Dan untuk saya, ucapan “I love you” hanya milik nya, saya tidak pernah mengatakan cinta kepada lelaki lain kecuali dia.
Kalau kami punya anak nanti, anak2 kami juga akan kami biasakan untuk mengekspresikan cinta mereka dengan kata2 dan tindakan kepada orang tua dan saudara mereka.
Itulah cerita pertemuan kami setelah penantian yang panjang.
Mohon untuk teman teman dan saudara saudara, untuk tetap mendoakan kami, karena pernikahan kami unik, Indonesia-Bolivia, beda kultur, budaya dan half world away far, yang membuat kami akan selalu membutuhkan ridho Nya, dukungan dan doa teman2 dan saudara2.
Posted in life, love on March 19th, 2010 by niningss | | 15 Comments
